Sabtu, 05 November 2016

CARA PENGELASAN DENGAN TEKNIK PATRI


"PENGELASAN DENGAN TEKNIK PATRI"




       TEKNIK PATRI Terdapat banyak faktor yang harus dipertimbangkan dalam memilih proses penyambungan logam meliputi : kekuatan dan keawetan, karakter fisik komponen yang akan digabungkan, bentuk sambungan, dan tingkat produksi yang diinginkan. Pematrian ialah suatu metode penyambungan bahan logam di bawah pengaruh panas dengan pertolongan bahan tambah logam atau campuran logam. Bahan tambah (biasa disebut patri) merupakan bahan logam atau campuran logam yang mudah melebur karena mempunyai titik lebur di bawah titik lebur bahan logam yang akan disambungkan.

 

Seperti ditunjukkan pada tabel di atas, terdapat beberapa metode yang digunakan untuk melakukan penyambungan logam, yaitu: sambungan mekanis (contohnya: baut, rivet), sambungan adhesif, pengelasan, dan pematrian (patri lunak dan patri keras). Semua metode di atas masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.
Pematrian (pematrian keras) atau pengelasan cocok digunakan pada penyambungan logam apabila kekuatan dan keawetan sambungan menjadi pertimbangan utama. Apabila kekuatan sambungan tidak begitu dipentingkan, atau sambungan yang dibutuhkan tidak bersifat permanen, maka pematrian lunak, sambungan adhesif atau sambungan mekanis merupakan pilihan yang lebih cocok.
Bahan logam yang akan disambungkan tidak ikut melebur, melainkan hanya terjaring oleh bahan patri yang meleleh. Sambungan bahan logam terjadi akibat lekatan erat (ikatan) patri pada bidang sambungan, yang tidak dapat dilepaskan tanpa dipanaskan ulang atau dirusak. Pembentukan oksida yang mengganggu pada bidang pematrian dapat dicegah dengan bahan pelumer atau pelindung.
   

Pematrian banyak digunakan pada sambungan konstruksi yang baikuntuk dipatri, namun tidak dapat dilas. Pematrian dapat dipertimbangkan untuk diterapkan pada kondisi-kondisi di bawah ini.
a. Sebagai pengganti pengelasan pada konstruksi bahan yang peka terhadap suhu pengelasan yang tinggi, yang dapat mengakibatkan kerugian (merubah struktur bahan, menyebabkan pengerutan, pengoyakan, retak ataupun pecah).
b. Untuk menyambung logam yang titik leburnya sangat berbeda, misalnya baja dan kuningan, tembaga, logam keras.
c. Untuk menyambung benda kerja yang sangat kecil, sangat tipis atau bentuknya istimewa dan tebalnya sangat berbeda.
d. Untuk pekerjaan perbaikan bagian yang sangat peka terhadap panas, misalnya perkakas.
e. Untuk pengedapan (sambung-an wadah, retak-retak, dan lain-lain).
Proses Terjadinya Ikatan Patri
Proses pengikatan di dalam pematrian hanya berlangsung pada permukaan bahan dasar yang akan disambung. Prinsip dasar yang membedakan pematrian dengan pengelasan ialah bidang pematrian dipanaskan, namun tidak sampai meleleh. Proses terjadinya ikatan patri dapat dijelaskan pada bagan berikut.
Bidang yang akan disambung (bidang pematrian) dipanaskan
Energi panas melelehkan patri, patri meleleh
dan menjaring bidang-bidang pematrian
Efek pori-pori (celah kapiler) bidang pematrian menyebabkan patri
yang meleleh terhisap dan merambat masuk
ke dalam celah pematrian
Patri mengeras dan mengikat diri dengan bahan dasar
Gambar 9.3. Bagan proses terjadinya ikatan patri
Ikatan patri tersebut ditimbulkan oleh tiga proses fisika yang secara terpisah atau bersama-sama memberikan pengaruhnya terhadap kekuatan sambungan pematrian.
a. Adhesi (daya lekat) antara patri dan bahan dasar. Patri melekat pada bahan dasar hanya karena daya lekat, akibatnya pada beban yang kecil sambungan pematrian akan mudah terlepas satu dengan yang lainnya.
b. Difusi (saling menyusup). Partikel patri yang terhalus menyusup ke dalam tata susun permukaan bahan dasar dan berakar (terjangkar) di sekitar batas butiran kristal. Proses ini sangat menentukan pembentukan ikatan patri yang kokoh. Kekuatan ikatan sama besar
dengan kekuatan patri.
c. Pembentukan leburan, proses pembentukan paduan antara patri dan bahan tambah. Apabila selisih titik lebur patri dan bahan dasar tidak terlalu jauh, maka dapat terjadi suatu paduan berlapis tipis di antara kedua logam tersebut. Paduan yang terjadi memiliki kekuatan yang lebih besar daripada kekuatan patri murni, namun pembentukan leburan ini tidak selalu
terjadi pada semua logam.
Hasil gambar untuk TEKNIK PATRI 
Gambar 9.4. Ikatan pada pematrian
Celah pematrian yang diselaraskan dengan baik dan sangat sempit akan meningkatkan kekuatan sambungan. Pada celah pematrian yang sempit hanya sedikit terdapat patri murni, sebagian besar patri telah melebur dan meresap ke dalam bahan dasar. Oleh karena itu dapat dihasilkan ikatan dengan kekuatan yang paling tinggi.

Gambar 9.5. Lapisan Suatu Ikatan Patri Normal
Prosedur dan Aturan Dasar Pada Pematrian
1.  Menentukan Besar Celah Sambungan
Sebagaimana kita ketahui, pematrian memanfaatkan prinsip kapilaritas untuk menghisap dan merambatkan bahan patri cair ke dalam celah pematrian. Besar celah sambungan sangat menentukan kekuatan ikatan patri. Oleh karena itu, sebelum melakukan pematrian kita harus mengatur celah pematrian yang tepat agar daya kapilaritas dapat bekerja dengan efektif.
Prinsip dasar : Celah pematrian hendaknya sempit. Patri merambat ke dalam bidang pematrian memanfaatkan efek pori-pori (kapiler), sehingga patri hanya dapat merambat pada bidang pematrian yang berdampingan dekat sekali. Apabila celah terlalu renggang, tegangan pribadi (daya kohesi) dari patri akan mencegah perambatan.
Grafik di bawah ini menunjukkan pengaruh dari variasi besarnya celahm pematrian terhadap kekuatan regangan sambungan yang dihasilkan, pada pematrian baja tahan karat (stainless steel).

Hasil gambar untuk TEKNIK PATRI
Gambar 9.6. Grafik Pengaruh Besar Celah Pematrian Terhadap Kekuatan Sambungan
Berdasarkan grafik di atas dapat diketahui bahwa kekuatan sambungan terbesar (135,000 psi/930.8 MPa) diperoleh pada celah pematrian 0,0015" (0,038 mm.) Apabila celah pematrian yang terlalu sempit, patri sulit merambat masuk ke celah sambungan sehingga kekuatan sambungan yang dihasilkan berkurang. Apabila celah sambungan lebih lebar dari yang diperlukan, kekuatan sambungan akan menurun dengan drastis hingga mencapai kekuatan yang sama dengan kekuatan bahan patri itu sendiri.

Keterangan :
a. Lebar celah (S) yang benar. Patri (L) meleleh dan merambat memenuhi segenap
celah. Bahan pelumer (F) mencegah pembentukan oksid (O).
b. Lebar celah yang terlalu besar, mengakibatkan patri tidak dapat meresap.
c. Penyaluran patri pada celah pematrian yang tidak sama besar. Celah tidak boleh
membesar pada arah aliran patri, hal ini dapat menghambat perambatan patri.
Arah penyaluran yang benar adalah dari celah yang lebih lebar ke arah celah
yang menyempit.
Lebar celah pematrian yang diperlukan untuk memperoleh kekuatan sambungan bergan-tung pada jenis patri yang digunakan. Pada umumnya, semakin encer patri maka celah pematrian harus semakin sempit. Patri dari jenis tembaga dan perak yang encer menuntut celah yang lebih sempit daripada yang dibutuhkan oleh patri kuningan dan patri lunak yang kental. Kecepatan perambatan patri encer lebih besar daripada kecepatan perambatan patri kental.

Gambar 9.8. Perbandingan Celah Pematrian Berdasarkan Kekentalan Patri
Faktor lain yang harus diperhatikan dalam menentukan besar celah pematrian adalah pemuaian bahan logam yang akan dipatri. Proses pematrian dilakukan pada suhu yang cukup tinggi, sehingga kita harus memperhatikan nilai regangan/ pemuaian (sebagai contoh, perhatikan tabel COE’s coefficient of thermal expansion) bahan logam yang akan dipatri. Hal ini terutama terjadi pada pematrian dua bahan logam yang berbeda.
Contoh :
Pematrian antara bushing yang terbuat dari bahan kuningan atau tembaga dengan poros yang terbuat dari baja. Konstruksi bushing berada di bagian dalam, sedangkan baja berada di bagian luar (lihat gambar 9.9.a).
Pada saat dipanasi, kuningan ataupun tembaga akan memuai lebih besar daripada baja, sehingga besar celah pematrian yang telah dipersiapkan sebelumnya akan berubah menjadi lebih sempit. Untuk mengatasi hal tersebut maka celah pematrian harus dibuat lebih lebar. Dalam kondisi ini, lapisan patri yang liat harus menyeimbangkan regangan panas yang berbeda pada bahan dasar. Semakin lebar celah, akan semakin kecil perubahan bentuk bahan patri yang diakibatkan oleh selisih regangan.
Prinsip yang sama juga berlaku pada pematrian kuningan dan baja dengan kondisi di bawah ini. Bagian luar komponen yang terbuat dari kuningan akan dipari dengan bagian dalam komponen yang terbuat dari bahan baja (Gambar 9.9.b).
Pada saat pematrian, kuningan akan memuai lebih besar dari pada baja, sehingga celah pematrian akan melebar. Untuk mengantisipasi hal ini, maka pada saat persiapan celah pematrian harus dibuat lebih sempit .

                              Hasil gambar untuk TEKNIK PATRI      
Gambar 9.9. Pengaturan Celah Pematrian Komponen yang Koefisien Muainya Sangat Berbeda
Bidang Patrian Harus Bersih
Patri merambat lebih baik pada bidang patrian yang mengkilap. Hal ini dikarenakan daya kapilaritas hanya akan bekerja dengan baik pada permukaan bidang patrian yang bersih. Kondisi kotor pada bidang patrian yang kecil sekalipun seperti cat warna, karat, gemuk, kotoran, keringat tangan maupun kotoran oksid akan menghalangi ikatan patri dengan bahan dasar.
Kondisi tersebut akan terlihat pada munculnya gelembung patri pada keadaan cair. Oleh karenanya benda kerja harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum dilakukan pematrian. Permukaan benda kerja yang berminyak akan mengangkat flux, sehingga logam dasar tidak terlapisi flux dan teroksidasi pada saat dipanaskan. Minyak dan gemuk akan
terkarbonisasi pada saat dipanaskan, dan membentuk lapisan minyak sehingga menghalangi aliran patri cair. Langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk membersihkan benda kerja adalah :
a. Menghilangkan minyak dan gemuk yang menempel pada permukaan benda kerja menggunakan pelarut minyak (degreasing solvent), uap atau larutan pembersih alkali.
b. Menghilangkan lapisan oksida atau kerak secara mekanis atau kimia.
Proses mekanis dapat ditempuh dengan menggunakan metode abrasif (menggunakan amplas, kikir, atau gerinda), yang dilanjutkan dengan mencuci benda kerja.
Proses kimia dapat dilakukan menggunakan larutan asam (acid pickle treatment). Pastikan bahwa zat kimia yang digunakan sesuai dengan bahan dan jenis benda kerja yang dibersihkan, dan setelah proses pembersihan pastikan bahwa tidak ada sisa larutan yang tertinggal pada benda kerja. Tabel larutan asam kimia (pickling solution chart) akan memudahkan kita memilih jenis larutan asam yang sesuai dengan benda kerja yang akan dibersihkan. Segera setelah pengilapan, oleskan bahan kimia (bahan pelumer) pada permukaan benda kerja untuk mengantisipasi oksida terbentuk kembali oleh zat asam (oksigen dalam udara). Dapat pula dilakukan pencegahan dengan sesegera mungkin melakukan pematrian atau melakukan pematrian di bawah gas pelindung.
3. Memberikan bahan pelumer pada benda kerja sebelum pengerjaan pematrian (untuk pematrian pada udara terbuka), atau melakukan pematrian di bawah gas pelindung.
Bahan pelumer (flux) merupakan senyawa kimia yang digunakan untuk melapisi permukaan sambungan benda kerja sebelum pematrian. Bahan pelumer sangat diperlukan dalam pekerjaan pematrian. Proses pemanasan benda kerja meningkatkan pembentukan oksida yang dihasilkan oleh reaksi kimia antara benda kerja yang dipanaskan dengan kadar oksigen yang terkandung dalam udara bebas. Oksida yang terbentuk akan menghambat perambatan patri cair, sehingga harus dilakukan pencegahan. Lapisan bahan pelumer pada permukaan benda kerja akan melindungi kontak benda kerja dengan udara luar, mencegah dan menyerap timbulnya oksidasi yang terjadi selama proses pemanasan, melarutkan selaput oksida yang selalu ada pada permukaan bahan dasar dan patri secara kimiawi, mengubahnya menjadi terak cair selama pematrian.
Proses kerja bahan pelumer adalah sebagai berikut. Sewaktu proses pematrian berlangsung, bahan pelumer mendesak udara keluar dari celah pematrian, dan menggiring patri cair yang mengalir ke dalam bidang pematrian yang secara kimia telah bersih. Disamping itu, bahan pelumer juga mengurangi tegangan permukaan sehingga patri
cair mudah merambat.

Gambar 9.10. Proses Kerja Bahan Pelumer Pada Pekerjaan Pematrian
Selain sebagai pelindung benda kerja dari oksidasi, kondisi bahan pelumer juga dapat dijadikan indikator pemantau temperatur pematrian untuk mencegah benda kerja dari pemanasan yang berlebihan (mencegah overheating
.
Temperatur Kondisi Bahan Pelumer
212°F (100°C) Bahan pelumer terlihat seperti air mendidih.
600°F (315° C) Bahan pelumer berubah warna menjadi putih, sedikit mengembang dan mulai stabil.
800°F (425°C) Bahan pelumer terlihat merata pada permukaan benda kerja dan berwarna putih susu.
1100°F (593°C) Bahan pelumer berubah warna menjadi bening seperti air. Permukaan benda kerja jelas terlihat. Periksa temperatur dengan menyentuhkan patri ke permukaan benda kerja. Apabila patri langsung meleleh, hal ini menunjukkan bahwa temperatur pematrian telah tercapai.
Bahan pelumer pada umumnya hanya disalurkan sebelum proses pematrian, tetapi terdapat beberapa proses pematrian yang memungkinkan dilakukannya penambahan bahan pelumer sewaktu proses pematrian berlangsung.
Menurut wujudnya, terdapat bahan pelumer cair, butiran, pasta, dan gas. Beberapa Bahan pelumer dicampur dengan patri atau terbungkus dalam patri yang berbentuk pipa sehingga waktu pematrian dapat lebih singkat. Pematrian di bawah gas pelindung atau di dalam ruang hampa tidak memerlukan bahan pelumer.
Menurut susunan kimianya, tersedia banyak macam bahan pelumer yang terdapat di pasaran. Misalnya bahan pelumer serbaguna untuk pematrian lunak logam berat seperti senyawa Zn Chlorid atau Zn- Ammoniumchlorid, bahan pelumer untuk bahan yang peka terhadap oksidasi, bahan pelumer untuk periode pemanasan yang lama, dan bahan pelumer untuk mesin patri otomatis.
Pemilihan bahan pelumer ini harus disesuaikan dengan bahan dasar atau metode pematrian, disesuaikan dengan standar atau petunjuk yang ada.
4 .Pematrian dalam Perlindung-an Gas
Secara prinsip, kontak antara permukaan benda kerja dengan oksigen
pada pekerjaan pematrian akan menimbulkan oksidasi. Selain menggunakan bahan pelumer, oksidasi dapat dihindarkan dengan cara melakukan pematrian di dalam ruangan vakum atau dalam ruangan yang dilindungi gas.
Metode ini digunakan pada pematrian keras. Gas pelindung yang dapat digunakan diantaranya adalah : nitrogen, hidrogen atau dissociated ammonia. Metode pematrian ini biasanya dilakukan
secara utuh di dalam tungku pembakaran dengan atmosfer yang dikontrol atau dalam tungku pembakaran vakum. Tanpa adanya kontak antara benda kerja dengan oksigen, proses oksidasi dapat dihindarkan dan dihasilkan sambungan pematrian yang bersih dan
bagus. Penggunaan gas pelindung juga meniadakan proses pembersihan benda kerja setelah pematrian.
Karena kelebihan-kelebihan tersebut, pematrian mengguna-kan gas
pelindung menjadi daya tarik tersendiri bagi industri yang
memperhatikan kualitas produk dan keberlangsungan industri yang
berkelanjutan.
5 . Mengatur Suhu Pematrian
Suhu pematrian sangat berpengaruh terhadap kualitas sambungan pematrian yang dilakukan. Apabila suhu pematrian terlalu rendah, patri tidak meleleh sempurna sehingga patri membentuk butiran dan tidak dapat merambat. Sebaliknya apabila suhu pematrian terlalu tinggi, maka patri akan menguap.
Suhu terendah pada bidang pematrian yang masih memungkinkan pelelehan, penjaringan, perambatan dan pengikatan patri cair disebut sebagai suhu kerja (dalam gambar di bawah ini disimbulkan dengan AT). Suhu kerja pematrian harus berada di bawah titik lebur bahan dasar.

Gambar 9.13. Tahap Lebur Patri
Keterangan :
1 = Padat,
2 = Membubur (daerah peleburan),
3 = Cair (daerah suhu kerja AT).
So = Titik padat (solidus)
Li = Titik cair (liquidus)
Bagian terbesar patri tidak memiliki titik lebur yang pasti, melainkan cair di dalam suatu daerah suhu tertentu, yaitu di antara titik So dan titik Li. Rentang daerah antara titik So dan titik Li disebut daerah lebur. Setiap jenis patri mempunyai daerah lebur yang berbeda-beda. Pada titik So, patri mulai beralih dari wujud padat ke wujud lebur. Di dalam daerah lebur, patri sudah melebur namun belum seluruhnya, sehingga masih terdapat terdapat butiran kristal yang masih padat. Titik Li menunjukkan suhu peralihan wujud patri secara keseluruhan menjadi cair. Suhu kerja pematrian yang paling baik berada di sekitar titik Li, dimana patri berada dalam keadaan cair seluruhnya.
6 . Membersihkan Sambungan Hasil Pematrian
Sambungan hasil pematrian harus dibersihkan setelah pengerjaan pematrian selesai. Proses pembersihan sambungan pada umumnya terdiri atas dua langkah, yaitu :
 (a) membersihkan sisa-sisa bahan pelumer,
(b) membersihkan benda kerja dari terak oksida yang terbentuk selama proses pematrian.
Pembersihan sisa-sisa bahan pelumer merupakan pekerjaan yang sederhana, namun penting untuk dilakukan. Sisa bahan pelumer bersifat korosif dan dapat mengurangi kekuatan sambungan apabila tidak dibersihkan dari permukaan benda kerja. Kebanyakan bahan pelumer mudah larut dalam air, maka pembersihan sisa bahan pelumer dapat dilakukan dengan cara merendam benda kerja dalam air hangat (120°F/50°C atau lebih). Cara yang terbaik adalah melakukan pembersihan saat benda kerja tersebut masih panas,
namun pastikan bahwa sambungan patri telah mengeras sepenuhnya sebelum dicelupkan ke dalam air. Sisa-sisa bahan pelumer akan mengelupas pada saat benda kerja direndam dalam air, dan pembersihan dapat dipercepat dengan bantuan sikat kawat. Pembersihan sisa bahan pelumer akan menemui kesulitan apabila proses pematrian mengalami overheat, sehingga sisa bahan pelumer jenuh dengan oksidasi. Biasanya pada kondisi demikian sisa bahan pelumer berubah warna menjadi hijau atau kehitaman. Satu-satunya cara yang dapat dilakukan untuk membersihkan sisa bahan pelumer pada kondisi ini adalah dengan bantuan zat kimia. Senyawa hydrochloric acid 25% yang dipanaskan hingga temperatur 140 –M160°F (60 – 70°C) biasanya dapat digunakan untuk membersihkanMsisa-sisa bahan pelumer yang membandel. Benda kerja direndam dalam larutan selama 30 detik - 2 menit. Tidak perlu disikat, sisa bahan pelumer akan mengelupas dengan sendirinya.
Perhatian :NZat kimia ini sangat keras, oleh karena itu dianjurkan memakai masker wajah dan sarung tangan saat mencelupkan benda kerja ke dalam larutan. Setelah benda kerja bersih dari sisa bahan pelumer, gunakan solusi kimiawi untuk menghilangkan oksida yang tertinggal pada permukaan benda kerja yang tidak terlindungi bahan pelumer saat proses pematrian. Patuhi petunjuk dari pabrik pembuat bahan patri yang digunakan. Benda kerja yang telah dibersihkan dari sisa bahan pelumer dan oksida tidak memerlukan pengerjaan lanjut dan benda kerja siap digunakan. Amplas halus juga dapat digunakan untuk mengkilapkan sambungan. Jika benda kerja akan disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama, olesi benda kerja dengan minyak atau pelapis anti karat.
Klasifikasi Pematrian Secara Umum
Teknik pematrian dikelom-pokkan menurut suhu lebur dan kekuatan patri, bentuk sambungan pematrian, metode dan sumber panas yang digunakan.
1. Berdasarkan suhu lebur dan kekuatan patri, pematrian dibedakan menjadi dua, yaitu pematrian lunak dan pematrian keras. Pematrian lunak. Titik lebur patri lunak di bawah 450oC (840oF). Pada umumnya kekuatan patri lebih rendah daripada kekuatan bahan dasar.
Pematrian keras. Titik lebur patri keras di atas 450oC (840oF). Kadang-kadang kekuatan patri sedikit lebih rendah, namun seringkali lebih tinggi daripada kekuatan bahan dasar.
2. Berdasarkan bentuk tempat sambungan, pematrian dibedakan
menjadi dua, yaitu : (a) pematrian celah, dan (b) pematrian sambungan.
Pematrian celah. Bidang patrian terletak sejajar satu diatas yang lainnya atau berdampingan dengan celah sempit (0,03 s/d 0,25 mm). Efek pori-pori celah sambungan akan menghisap patri yang dilelehkan sehingga terjadi proses penyambungan. Apabila perambatan patri terjadi dengan baik maka akan diperoleh suatu kekuatan sambungan
yang tinggi.
Terdapat 3 macam sambungan yang dapat diterapkan pada pematrian celah, yaitu : (a) sambungan ujung (butt joint), (b) sambungan tumpang (lap joint), dan sambungan kombinasi ujungtumpang (butt-lap joint).
Pada pematrian celah, semua permukaan sambungan harus dipanaskan secara merata sesuai suhu yang diperlukan. Pematrian celah dapat diterapkan baik pada pematrian lunak maupun keras.

Hasil gambar untuk PEMATRIAN CELAH
Gambar 9.14. Pematrian Celah
Pematrian sambungan. Bagian sambungan disiapkan dengan bentuk I, V, atau X. cara pematrian mirip dengan pengelasan leleh, patri dibubuhkan sedikit demi sedikit hingga sambungan terpenuhi seluruhnya.
Pematrian sambungan hanya diterapkan pada pematrian keras.


3. Berdasarkan metode dan sumber panas, pematrian dibedakan sebagai berikut.
Pematrian dengan Tuas Patri.
Merupakan pematrian dengan patri yang diletakkan, atau pematrian bidang yang disepuh awal dengan seng, tuas patri dijalankan dengan tangan atau mesin. Metode pematrian ini memerlukan bahan pelumer, dan cocok diterapkan pada pematrian lunak. Keuntungan metode ini adalah daerah pemanasan kecil, sehingga pengerutan benda kerja akibat panas menjadi sangat kecil.


Pematrian dengan Api.
Pematrian menggunakan alat pembakar yang digerakkan dengan tangan (pembakar patri, brander las dengan api lunak). Pada umumnya pada pematrian ini dibutuhkan bahan pelumer. Metode pematrian dengan api dapat diterapkan pada pematrian lunak maupun keras.

Gambar 9.17. Pematrian dengan Api
Pematrian Tungku.
Merupakan pematrian yang dilakukan di dalam tungku tahapan, tungku menerus atau tungku rendam yang dipanaskan dengan gas atau listrik. Benda kerja dibubuhi bahan pelumer dan patri, kemudian dimasukkan ke tungku untuk dipanaskan hingga solder meleleh. Pematrian tungku diterapkan pada pematrian keras.
Pematrian Tungku di bawah Gas Terlindung.
Metode ini banyak diterapkan pada pengerjaan beruntun. Benda kerja yang dibubuhi patri dipanaskan di dalam tungku yang dipenuhi gas pelindung. Gas pelindung berfungsi mencegah terjadinya proses oksidasi pada bagian yang dipatri. Dengan demikian pada pematrian ini tidak lagi diperlukan bahan pelumer.

Pematrian Baja Metode Kumparan Induksi di dalam Ruang Pemanas dengan Gas Argon
Gambar 9.18.a. Pematrian Tungku di Bawah Gas Pelindung

Pematrian Keras pada Ruang Vakum dari Stainless Steel

Pematrian Tahanan.
Merupakan metode pematrian dengan memanfaatkan energi panas yang dihasilkan dari tahanan listrik. Metode ini diterapkan pada pematrian lunak dan keras, misalnya pematrian tumpu kawat telanjang, pelat tipis dan pipa.Gambar 9.19. Pematrian Tahanan
Pematrian Selam.
Merupakan metode pematrian dengan cara menyelamkan benda kerja yang telah dibubuhi bahan pelumer ke dalam suatu patri cair. Keuntungan pematrian selam adalah benda kerja dapat diberikan pemanasan terlebih dahulu sebelum penyelaman. Metode ini dapat digunakan pada beberapa pengerjaan secara serentak, misalnya pada pematrian ujung kumparan segmen kolektor. Pematrian selam dapat diterapkan pada pematrian lunak maupun keras.
Pematrian Rendaman Garam.
Merupakan metode pematrian benda kerja di dalam suatu kubangan garam cair yang dipanaskan dengan energi gas, minyak ataupun listrik. Garam cair juga dapat berfungsi sebagai pelindung oksidasi, sehingga pada pematrian ini tidak diperlukan lagi bahan pelumer. Metode ini dapat diterapkan untuk pematrian serentak, pematrian pada bagian yang sulit dijangkau, dan untuk pengerjaan beruntun.
Pematrian Imbas (Induksi).
 Merupakan pematrian dengan arus frekuensi menengah atau tinggi yang diimbaskan. Penghantar yang mengalirkan arus pengimbas tidak menyentuh benda kerja, benda kerja dipanaskan oleh arus pusar yang diimbaskan.

Hasil gambar untuk PEMATRIAN CELAH
Patri dimasukkan dalam jumlah dan bentuk tertentu (selaput, kawat, atau solder tabur). Pemanasan berlangsung sangat cepat dan terbatas pada daerah pematrian yang dikehendaki. Metode ini diterapkan pada pengerjaan beruntun bagian-bagian tipis dari bahan baja atau paduan yang mengandung nikel.
Pematrian Sepuh.
Merupakan pematrian dengan metode galvanis, mekanis atau kimia. Patri berupa lapisan tipis (0,003 – 0,02 mm) diletakkan di atas benda kerja yang telah diolesi bahan pelumer, atau dapat pula disemprotkan sesaat sebelum pematrian. Metode ini mampu menghemat waktu terutama pada pengerjaan beruntun.
Pada proses produksi barang-barang secara massal, digunakan mesin patri otomatis yang dapat melakukan pekerjaan beruntun secara terus menerus, mulai dari tahap awal pematrian sampai pengambilan kembali bagian-bagian yang telah selesai dipatri.
 Bila anda kurang jelas dalam mempraktekkan artikel ini, silahkan komentar dibawah ini :)

KOMPONEN-KOMPONEN ELEKTRONIKA


"KOMPONEN-KOMPONEN UTAMA PADA ELEKTRONIKA"






Hasil gambar untuk ampli rakitan

Komponen Elektronika adalah alat yang berupa benda dan sangat menjadi bagian paling penting dalam suatu rangkaian elektronika yang dapat bekerja sesuai dengan kegunaannya masing masing. Kegunaan komponen ini mulai dari yang menempel langsung pada papan PCB, CCB, Protoboard maupun papan Veroboard dengan cara di solder atau ada komponen yang tidak menempel langsung pada papan rangkaian, misalnya alat penghubung atau kabel.
Komponen Elektronika biasanya terdiri dari satu atau lebih bahan elektronika, yang terdiri dari satu atau beberapa unsur materi dan jika komponen elektronika ini di satukan untuk di gunakan sebagai desain rangkaian yang di inginkan dapat berfungsi sesuai dengan fungsi dari masing masing komponen, ada yang di gunakan untuk mengatur arus dan tegangan, meratakan arus, menyekat arus, memperkuat sinyal dan masih banyak fungsi dari komponen lainnya.
Komponen Elektronika
Daftar komponen elektronika di bawah ini tidak termasuk sebagai suatu daftar yang lengkap atau selalu terbarui, melainkan hanya daftar komponen yang sudah saya jumpai selama ini.

Kapasitor

 Hasil gambar untuk kapasitor

Kapasitor atau yang biasa kita sebut dengan kondensator adalah alat yang dapat menyimpan energi dalam medan listrik. Cara kerja kapasitor adalah dengan mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Satuan dalam kondensator di sebut dengan Farad, farad sendiri di ambil dari nama penemu kapasitor yaitu Michael Faraday. Kondensator memiliki dua kaki dan dua kutub yaitu kutub positif dan kutub negatif serta cairan elektrolit yang biasanya berbentuk tabung.
 
Resistor

 Hasil gambar untuk resistor

Resistor adalah komponen elektronika yang di desain untuk menahan arus listrik dengan mengambil tegangan listrik di antara kedua kutub, nilai tegangan resistansi berbanding dengan arus yang mengalir berdasarkan hukum ohm. Resistor banyak di gunakan sebagai bagian dari jejaring elektronik dan sirkuit elektronik. Komponen resistor di buat dari bermacam macam bahan kawat resistansi. Karakteristik dari resistor adalah resistansi dan daya listrik yang dapat di hantarkan.

Transistor

 Hasil gambar untuk transistor

Transistor adalah alat yang di pakai sebagai penguat, modulasi sinyal dan fungsi lainnya. Transistor berfungsi sebagai kran listrik, di mana arus inputnya (BJT) atau (FET), ini di gunakan agar pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya. Transistor merupakan komponen elektronika yang sangat penting dalam dunia elektronik, contoh dari penggunaan transistor adalah dalam rangkaian analog, rangkaian amplifier (penguat) dan rangkaian digital. Beberapa transistor juga dapat di rangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate dan memory.
Transformator
Transformator atau trafo adalah komponen elektro magnet yang dapat mengubah arus suatu tegangan menjadi tegangan AC.

Dioda

 Hasil gambar untuk dioda

Dioda adalah komponen aktif yang bersaluran dua. Dioda memiliki dua elektroda aktif di mana arus listrik dapat mengalir. Dioda Varikab di gunakan sebagai kondensator pengendali tegangan. Fungsi dioda adalah untuk memudahkan arus mengalir dalam suatu arah dan untuk menahan arus dari arah sebaliknya. Dioda juga dapat di sebut sebagai elektronik dari katub pada transmisi cairan.
Demikianlah penjelasan singkat mengenai Komponen Elektronika, semoga postingan ini bermanfaat bagi anda semua. Baca juga postingan terakhir kami tentang Pengertian Elektronika.
Bila anda kurang jelas dalam mempraktekkan artikel ini, silahkan komentar dibawah ini :)

CARA PEMBONGKARAN AC SPLIT DENGAN MUDAH



PEMBONGKARAN AC SPLIT 

Hasil gambar untuk PEMBONGKARAN AC SPLIT 


LANDASAN TEORI
2.1 TEORI
Cara bongkar ac split yang benar agar tidak terbuang freon pada pipa ac.yaitu dengan cara di pumpdown atau menyimpan sementara freon di dalam kompresor.yaitu dengan cara pumpdown terlebih dahulu sebelum mencopot instalasi nya dan kemudian memasang kembali.
MANFAAT AIR CONDITIONING ( AC)
AC (Air Conditioning) atau alat pengkondisi udara merupakan modifikasi pengembangan dari teknologi mesin pendingin. Alat ini dipakai bertujuan untuk memberikan udara yang sejuk dan menyediakan uap air yang dibutuhkan bagi tubuh. Penggunaan AC (Air Conditioner) ini sering ditemui di daerah tropis yang terkenal dengan musim panas. Suhu udara pada saat musim panas yang sedemikian tinggi dapat mengakibatkan dehidrasi cairan tubuh yang dapat mengakibatkan kematian.
Selain itu, AC (Air Conditioner) dimanfaatkan sebagai pemberi kenyamanan. Di lingkungan tempat kerja AC (Air Conditioner) juga dimanfaatkan sebagai salah satu cara dalam upaya peningkatan produktivitas kerja. Karena dalam beberapa hal manusia membutuhkan lingkungan udara yang nyaman untuk dapat bekerja secara optimal. Tingkat kenyamanan suatu ruang juga ditentukan oleh temperatur, kelembapan, sirkulasi dan tingkat kebersihan udara.
Seiring dengan perkembangan zaman, perusahaan-perusahaan elektronik mulai membuat AC (Air Conditioner) dengan teknologi yang dapat membunuh virus dan bakteri juga menghemat biaya listrik. PlasmAC ( Air Conditioning )luster dan Inverter merupakan teknologi yang saat ini digunakan oleh produsen AC (Air Conditioner). PlasmAC ( Air Conditioning )luster dirancang untuk dapat membunuh virus dan bakteri di dalam ruangan, sementara inverter dikatakan dapat menghemat energi lebih dari 10%. Teknologi Inverter juga telah berkembang dan telah banyak di gunakan pada produk AC yang mereka klaim dapat menghemat energi lebih dari 50%, teknologi itu diberi nama Smart Inverter.

05
 2.2 KESELAMATAN KERJA
       1. sebelum bekerja di utamakan membaca doa terlebih dahulu agar selamat saat bekerja.
2.pakailah pakaian praktek,sarung tangan,dan sepatu kerja supaya terhindar dari kecelakaan kerja.
3.pakailah pelindung mata agar tidak ada sampah atau sejenisnya yang bisa mengganggu penglihatan.
4.usahakan tempat yang di jadikan untuk kita bekerja harus bersih dan tidak licin
2.3.ALAT DAN BAHAN
·         Analizer
·         Kunci inggris
·         Kunci L ukuran 4 mm
·         obeng plus

2.2 LANGKAH KERJA
Cara bongkar ac split yang benar yaitu sebagai berikut:
·         Langkah yang paling awal yaitu mempersiapkan alat seperti analizer,kunci inggris,kunci L ukuran 4 mm dan obeng plus.
·         Langkah pertama teknik pumpdown yang benar,pertama tama pasang anilizer pada pentil.kemudian buka tutup kran,pipa tekanan atau pipa yang kecil dengan kunci inggris kemudian masukan kunci L dan putar searah jarum jam sampai habis.kemudian selanjutnya nyalakan ac.tunggu sampai outdoor menyala,kalau sudah menyala kita lihat jarum anilizer mulai bergerak turun tekanan nya.


 
 


·         Setelah jarum sampai pada angka nol kemudian tutup kran pipa tekanan rendah segera karna kalau kelamaan nanti takutnya ada udara yang ikut masuk ke dalam kompresor.
·         Tutup kran pipa ukuran besar dengan kunci L ukuran 4 mm sampai habis.setelah selesai menutup kran pipa,kemudian matikan ac dengan remot control atau mencabut
stop kontak nya.setelah itu pipa bisa langsung di copot dengan mengendurkan baut nepel nya dengan kunci inggris
.
·         Lalu buka tutup teminal kabel kontrol dari indoor ke outdoor.selanjutnya tinggal menurunkan unit indoor dan outdoor.dengan cara bongkar ac split sperti ini maka freon akan tersimpan di dalam kompresor ac split.
                                                       



07
                                                       BAB III
                                                   KEGIATAN
3.1 MASALAH
Ketika pada saat menurunkan indoor pastikan nepel sudah di lepas karna kalau tidak di lepas tidak bisa di turunkan indoor maupun outdoor nya.dan ketika menurunkan outdoor nya terkadang pekerja nya sampai jatuh karna tidak kuat atau tidak tahan.
3.2 PEMECAHAN MASALAH
Sebelum menurunkan indoor maupun outdoor kendurkan nepel menggunakan kunci inggris sampai habis.dan ketika menurunkan outdoor di usakan menurunkan nya dengan dua orang atau pekerja yang badan nya besar agar tidak terjadi kecelakaan kerja seperti outdoor nya jatuh atau terbanting ke bawah.

                                                BAB IV
                                             PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Pembongkaran ac split adalah suatu pekerjaan yang terbilang susah kalau tidak tau cara-caranya.ada baiknya mengetahui terlebih dahulu cara-cara pembongkaran ac split dengan tidak membuang freon.
4.2 SARAN
Usahakan ketika menurunkan outdoor ac split,turunkan dengan perlahan-lahan,jika terlalu tergesa-gesa,itu akan mendatangkan kecelakaan kerja seperti terbanting dan terjatuh dari tangga,dan lebih fatal nya lagi outdoor nya jatuh.itu akan membuat komponen-komponen yang ada dalam outdoor ac split menjadi rusak.

CARA MENGGANTI COMPRESSOR PADA KULKAS DENGAN MUDAH



"MENGGANTI KOMPESSOR DENGAN MUDAH"





              Pengantian compressor kulkas freezer chiller showcase harus mengerti dulu kapasitas yang akan 
diganti sebelum melangkah ke sistem pergantian, dalam hal ini kita harus mengetahui kapasitas / PK Compressor. Sebaiknya anda mencatat kode/type lemari es tersebut lalu anda tanyakan pada showroom merk lemari es tersebut, karena ukuran 1 2 atau 3 pintu ada bermacam-macam ukuran, Ukuran kulkas yang sering di pakai dari berbagai merek adalah 1/8pk, 1/6pk, 1/4pk dan 1/3pk. Bila compressor yg akan anda ganti kapasitasnya kebesaran atau kekecilan akan membuat kinerja lemari es tersebut bekerja tidak maksimal dan mempengaruhi keawetan itu sendiri. 
            
            Hal yang perlu anda ketahui dalam proses pengisian gas freon pada lemari es, tidak semudah melakukan pengisian freon pada AC Split ataupun AC Window, ini dikarenakan lemari es menggunakan pipa kapiler yg ukurannya berbeda dengan pipa kapiler yg digunakan pada AC Split dan AC window. dengan pipa kapiler yg berukuran kecil membuat rentan terhadap kebuntuan aliran freon jika ada kotoran yg terbawa pada saat freon mengalir. Sebaiknya ganti strainer/filter dan pipa kapiler dengan yg baru bila anda ingin mengisi gas freon yang bocor atau mengganti compressor yg rusak dengan compressor yg baru.

            Adapun alat yang dibutuhkan dalam proses pengantian compressor kulkas adalah sebagai berikut : 1. Stang las dan alat pengelasan yaitu tabung lpg dan tabung oksigen. 2. manifold. 3. freon R12, atau freon R134A tergantung pada data spesifikasi yg ada pada lemari es. 4. pentil pengisian freon. 5. perak/kawat las tembaga atau las kuningan. 6. pemotong pipa/cutter 7. flare-nut/flering 8. tools/kunci perkakas Compressor kulkas ada 2 macam modelnya, yaitu : 1. Compresor piston 2. compresor rotary - compressor piston banyak dipakai pada lemari es satu pintu dan dua pintu, tapi pada lemari es dua pintu ada juga yg memakai compressor jenis rotary, dalam hal kwalitas sudah jelas compressor jenis pistonlah yg paling handal dibandingkan dengan compressor jenis rotary. saya pernah mengganti compressor lemari es dengan jenis rotary, pada hari pertama sampai hari ketiga, lemari es tidak ada masalah(dalam keadaan dingin/normal). pada hari keempat lemari es mengalami kebuntuan aliran freon pada pipa kapiler yg menyebabkan compressor rotary mengalami kerusakan pada bagian klep compressor. mau tidak mau saya harus mengganti compressor yg rusak itu dengan compressor yg baru kembali. tapi tidak saya ganti dengan type compressor yg sama, saya menggantinya dengan compressor berjenis piston walaupun saya harus membuat dudukan tambahan karena ruang dudukan compressor rotary yg begitu sempit. karena compressor rotary pada lemari es berbentuk tabung dan berposisi horizontal dalam penempatannya. compressor piston pada lemari es, pipa keluarannya ada yg tiga buah dan lima buah. adapun pipa-pipa yg keluar tiga buah adalah: Pipa tekan/discharge. Pipa hisap/suction. Pipa untuk pengisian freon. pipa-pipa yg keluar lima buah adalah: Satu pipa tekan/discharge Satu pipa hisap/suction Satu pipa untuk pengisian freon. Dua pipa untuk pendinginan oli compressor yg terletak pada bagian bawah compressor. Sebelum kita melepaskan compressor yg rusak yaitu dengan cara memanaskan sambungan pipa tekan dan sambungan pipa hisap dengan menggunakan alat pengelasan pada bagian compressor, cabut kabel-kabel yg menuju ke compressor dan pastikan freon pada sistem pendingin/lemari es, sudah anda buang semuanya melalui pipa pengisian, bisa juga anda mencopot dengan memotong langsung sambungan pipa dari ujung dengan cutter.

             Sebelum anda mengganti compressor yang baru, usahakan untuk melakukan flusing sistem pemipaan, hal ini bertujuan untuk membersihkan pipa dari semua kotoran baik oli, kerak agar jalur gas refrigrant berjalan lancar. Untuk cara melakukan flusing bisa anda lihat disini Setelah compressor terlepas dari dudukannya pasang compresor yg baru, bila compressor yg anda ganti menggunakan starting capasitor berarti ada tiga kabel yg menuju ke terminal compressor, jika tidak menggunakannya berarti hanya dua kabel yg menuju ke compressor. Saya sarankan sebelum melakukan pengelasan, coba cek dulu dan tes menjalankan compresor. sebab bila ujung pipa sudah ada bekas las, compresor mengalami kerusakan / macet kita tidak dapat menukarnya kembali. bila compressor dapat beroperasi barulah anda melakukan pengelasan pada pipa tekan dan pipa hisap. Bila jalur pipa tekan terbuat dari besi, sewaktu anda mengelas pergunakan boraks dan kuningan sebagai gantinya perak las, agar jalur pipa tekan dapat menyatu dengan pipa tekan tembaga yg keluar dari compressor dan bersihkan sambungan dari cat ataupun karat. setelah pipa hisap dan pipa tekan sudah selesai di sambung, beralih pada pengelasan pentil pengisian freon. sewaktu melakukan pengelasan pentil, buka pentil agar seal / karet tidak meleleh terkena hantaran panas, setelah terpasang dan lap dengan kain basah agar hawa panas pada pentil cepat menghilang, setelah itu pasang kembali pentil seal dan kencangkan. beralih ketahap pemasangan strainer / filter, terserah anda mau memakai strainer isi silica gel atau strainer kosong / tanpa isi silica gel. 

           Perlu diingat, pemakaian strainer silica gel berkwalitas, agar pada proses pengelasan tidak mudah hancur bikin buntu. pada strainer / filter untuk pipa kapiler ada yg 2 lubang dan 1 lubang (yg dua lubang satunya buat vakum, pasang kapiler 10 cm dan ujungnya biarkan terbuka jangan dilas ) bila pipa kapiler yg berada pada lemari es anda tidak dapat diganti / heat exchanger (pipa kapiler berada didalam jalur pipa hisap/suction) dan pipa kapiler mengalami kebuntuan, anda dapat menggantinya dengan cara melepaskan evaporator yaitu dengan cara memanaskan dengan alat las, tapi sebelumnya luruskan pipa kapiler agar lebih mudah menarik evaporator keluar, bila terlalu sulit bisa anda buat lubang ke belakang asal letak kondensor ada di pinggir. pada type lemari es jaman sekarang jalur pipa suction / hisap dan kapiler dipress didalam body lemari es tersebut. bila anda ingin mengganti pipa kapiler bisa lewat jalur pembuangan air atau membolongi body kulkas dengan bor listrik, tapi hati-hati jangan sampai mengenai pipa dalam body kulkas dan tempatkan pipa kapiler di body luar kulkas dan diplester, lalu sambungkan ke strainer dan pipa kapiler terpasang/sudah dilas, vakum lemari es dengan mesin vakum sampai angka 30" bila anda tidak mempunyai mesin vakum, lakukan vakum body melalui lubang strainer,sesudah vakum lalu di buntu. bila sudah divakum dan jarum pada manifold tidak naik keatas menuju 0 psi berarti tidak ada kebocoran pada sambungan pipa dicompresor, strainer dan pipa kapiler yg baru saja anda las. tapi bila jarum manifold masih naik keatas berarti masih ada kebocoran, cari sampai ketemu kebocoran tersebut.

            Setelah tidak ada ruang kebocoran, operasionalkan lemari es, buka kran manifold pada meter biru kearah kiri sambil melihat jarum yg ada pada manifold dan isi freon secara perlahan-lahan sampai jarum menunjukan angka 20 psi, kemudian stop. (lakukan berulang-ulang jangan langsung isi sampai lebih dari 20 psi agar compressor tidak cepat panas) chek juga ampere compressor dengan clamp meter/tang ampere. liat sudah berapa tekanan freon yg sudah kita isi, sambil mendengarkan apakah ada desiran aliran freon dievaporator. bila ada berarti aliran freon berjalan lancar, isi kembali sampai evaporator rata dipenuhi salju (ini untuk lemari es satu pintu) untuk lemari es dua pintu kita bisa melihatnya dari hembusan fan motornya dibagian pintu atas bila sudah mengeluarkan kabut berarti proses pendinginannya sudah maksimal.
             
            Untuk pengisian freon lemari es tidak dapat dilakukan secara cepat dan mudah seperti mengisi freon pada ac split dan dibutuhkan kesabaran bila ternyata setelah kita isi satu jam kemudian aliran freon mengalami kebuntuan. Untuk mengetahui lemari es yg mengalami kebuntuan, sewaktu kita melakukan pengisian freon dan manifold sudah menunjukan tekanan 10 psi lalu cabut steker lemari es dan lihat apa jarum manifold naik keatas melebihi dari 10 psi? bila jarum dapat naik keatas berarti aliran freon pada sistem berjalan lancar. Proses selanjutnya adalah hidupkan kembali kulkas sampai proses di evaporator ber salju, dan bila sudah keadaan seluruhnya lalu lihat di manifol,tekanan gas kulkas rata-rata dalam keadaan mesin compresor hidup kisaran 10-12 psi. Pencet pipa, potong dan kemudian di las, hal ini dilakukan keadaan mesin masih hidup, karena pada saat hidup tekanan gas dalam keadaan rendah. Demikian berbagi ilmu tentang cara mengganti compresor, bila anda kurang jelas dalam mempraktekkan artikel ini, silahkan komentar dibawah ini :)